“Barang siapa yang menginginkan kebahagian di dunia dengan ilmu, barang siapa yang mendambakan kebahagian di akhirat maka dengan ilmu & barang siapa di dunia & di akhirat ingin bahagia maka dengan ilmu “ (Ilya’ Ulumuddin Al-Ghazali)
Pemudapost - Dari adagium yang dikatakan oleh Al-Ghazali di atas, ilmu atau pendidikan adalah kunci paling utama untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat serta dengan pendidikan pula harkat dan martabat manusia dapat terangkat. Sebab, salah satu tujuan pendidikan itu sendiri ialah memanusiakan manusia.
Dinamika yang dimiliki dalam pendidikan ialah proses pemberdayaan potensi dan kompetensi setiap individu untuk menjadikan manusia berkualitas di sepanjang hayatnya. Proses pemberdayaan itu dilakukan tidak hanya menstimulus peserta didik untuk manggali dan menemukan potensi yang dimiliki, akan tetapi juga mengembangkan dan mempertahankan tanpa menhilangkan karekteristik masing-masing.
Sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kesadaran akan ilmu pengetahuan, pendidikan telah ada seiring dengan lahirnya peradaban manusia itu sendiri. Manusia dalam dunia pendidikan dapat dikatakan sebagai subjek dan objek dari dinamika pendidikan itu sendiri. Maka dalam hal inilah, pendidikan mengikuti perkembangan dan corak yang relevan dengan kondisi manusia. Tak salah jika R.S.Peter dalam bukunya, The Philosopy Of Education, yang saya kutip dalam bukunya Nurani Soyomokti yang berjudul Pendidikan Berspektif Globalisasi mengatakan bahwa pada hakikatnya pendidikan tidak mengenal akhir, karena kualitas kehidupan menusia terus meningkat.
Jadi, kalau saya relasikan pembahasan di atas dengan peluang kerja bagi lulusan sarjana S-1 dan penduduk Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan, sangat bertolak belakang dengan kondisi yang di alami olehnya saat ini, yang dengan susah payah mencari suatu pekerjaan. Tidak jarang saya mendengar keluhan seorang sarjana yang pusing memikirkan penghasilannya dan takut untuk pulang ke tempat kelahirannya. Sebab, dalam paradigma masyarakat dikatakan berhasil dan sukses dalam menempuh sebuah pendidikan yaitu apabila ia mendapatkan suatu pekerjaan yang layak untuk ditekuni, bukan lantas dari tujuan pendidikan itu sendiri yaitu memanusiakan manusia.
Peluang kerja bagi lulusan S-1 saat ini sangat sulit kita dapatkan karena untuk lulusan S-1 dari berbagi jurusan setiap tahunnya semakin meningkat, sehingga peluang kerja yang disediakan oleh pemerintah tidak mencukupinya, apalagi yang menjadi masalah mengapa Negara Indonesia sampai saat ini belum mengalami perkembangan yang pada akhirnya menjadi Negara maju, karena salah satu faktornya adalah Negara ini belum menyediakan peluang kerja yang memadai bagi para sarjana S-1 dan penduduk Indonesia itu sendiri. Tak heran jika ada banyak saudara kita yang harus pergi dan merantau ke Negara-nagara lain hanya ingin mendapatkan sebuah pekerjaan yang bisa menghidupi keluarganya.
Tanggung jawab sebagai orang tua atas biaya anaknya dalam menempuh pendidikan dan biaya kehidupannya setiap hari berakhir saat kita lulus dan mendapatkan gelar strata satu (S-1), setelah kita melewatinya tanggung jawab orang tuanya sudah lepas dengan sendirinya, jadi mau-tidak mau kita sebagai lulusan S-1 harus bisa membiyai kehidupannya dengan sendiri. Hal itu bisa kia dapatkan melalui sebuah “pekerjaan”.
Sungguh ironis sekali, seorang sarjana S-1 tidak mendapatkan suatu pekerjaan yang sesuai di bidangnya dan merupakan sebuah masalah besar yang dialami seorang sarjana. Maka menurut saya alternatif untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan membuka dan menciptakan sebuah usaha kecil-kecilan yang pada akhirnya usaha tersebut menjadi besar. Tak salah jika di setiap sekolah atau Perguruaan Tinggi saat ini menyediakan kurikurum yang tendensinya terhadap “Enterpreneurship (Kewirausahaan)”.
Jadi, fungsi sederhana disediakannya kurikulum tentang kewirausahaan itu tidak lain hanya untuk mengurangi pengangguran seorang sarjana S-1 khususnya dan penduduk Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan pada umumnya.
Oleh: Hidayatullah
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang
Review This Product