Pemudapost - Indonesia adalah Negara maritim yang sangat luas, penghasilan alamnyapun begitu beragam mulai dari Pangan, Tambang, Minyak dan Gas Alam dan lainnya. Namun dalam perjalanannya setelah merdeka Indonesia sampai saat ini masih menjadi Negara dengan “Konsumsi Impor” bahan diatas dengan sangat tinggi, adakah kesalahan dalam system pemerintahan kita?
Bentangan lahan prtanian dari sabang sampai merauke adalah bukti Indonesia adalah sebuah Negara yang mempunyai lahan yang cukup luas untuk mengembangkan potensi alam dalam sektor pangan, namun yang terjadi sebaliknya setiap tahun semakin tinggi angka inpor pangan Indonesia dari Negara-negara tetangga. (Sumber: Laporan Badan Pusat Statistik RI 2014)
Disisi lain Indonesia dengan 60 % lebih adalah profesi rakyatnya sebagai petani, bagaimana mungkin Rayat Indonesia secara logika masih mau impor pangan dari Negara tetangga? namun itu semua adalah kenyataan, apakah yang membuat Indonesia menjadi Negara dengan Tradisi Impor pangan? memalukan jika hal ini masih menjadi tradisi Indonesia kedepan, sehingga perlunya perubahan dalam menata kembali system kedepannya.
Tahun 2015 mendatang adalah puncak dari diberlakukannya Asean Free Trade Area (AFTA), sangat besarnya konsumsi impor pangan kemudian mampukah Indonesia bertahan dengan kebijakan tersebut? sederhananya adalah rakyat lagi-lagi akan menjadi korban pemegang kebijakan yang tak bertanggung jawab, maka hanya tinggal menunggu tanggal mainnya saja rakyat Indonesia akan sengsara dengan berlakunya AFTA ini.
Pemangku kebijakan adalah pemerintahan baru dengan terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2014-2019 mendatang, rakyat Indonesia berharap kerjasama antar pemegang kebijakan dengan petani mampu untuk membawa Indonesia kedepannya keluar dari tantangan tersebut, sehingga cita-cita demokrasi mampu terwujud dalam tatanan kehidupan kita kedepan.
Rakyat Indonesia sudah banyak terbohongi oleh kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, jikalau pemerintah kedepan masih belum mempunyai strategi dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia maka Indonesia hanya menjadi sejarah kelam yang terukir dalam memori tak bedasar, harapan hanya akan tinggal harapan untuk membangun Indonesia menjadi Negara maju.
Janji pada masa kampanye lalu diharapkan benar-benar direalisasikan sehingga tidak hanya tinggal janji semata. rakyat berharap perubahan itu menjadi langkah awal dalam menjalankan visi serta misi pemerintahan ini, dengan Revolusi Mental yang menjadi harapan baru rakyat Indonesia benar-benar terjadi dalam mengawal cita-cita reformasi 1998 yang salah satu penekannya adalah Civil Society.
Oleh: Moh. Shaiful Fahmi

Review This Product