Pemudapost - Pada abad ke 21 ini telah banyak manusia di berbagai dunia mengembangkan sains dan teknologi, dalam perjalannya sains telah melahirkan banyak temuan-temuan baru. Mulai teknologi industry perkapalan, pertahanan, dan industry lainnya, serta ilmu pengetahuan lainnya. Sehingga diharapkan dengan banyaknya sumber penelitian yang dikembangkan nantinya akan membawa Indonesia menjadi Negara dengan teknologi terbarukan di bidang sains.
Sudah menjadi era perkembangan teknologi di abad ini, sehingga generasi pemuda dituntut untuk terus berinovasi dalam melakukan penelitian-penelitian, pendidikan seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kampus dan lembaga penelitian lainnya diharapkan mampu berkontribusi dan akan menjadi lumbung temuan dari sebuah pengetahuan di bidang teknologi, karena lahirnya ilmu pengetahuan memang dari pendidkan.
Globalisasi menjadi ancaman utama dalam proses pengembangan teknologi di Indonesia, apalagi dengan akan adanya pasar bebas, sehingga hal ini patut untuk kemudian diantisipasi oleh para generasi muda dalam membangun bangsa kedepan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga mampu untuk mencetak banyak insinyur dan profesor, namun hal itu menurut hemat penulis kemudian menjadi permasalahan dikarenakan kurangnya dukungan secara total dari pemerintah, beberapa insinyur dan profesor yang notabene adalah asli orang indnesia sudah terbukti dapat mengembangkan sains dibidang teknologi mulai dari pesawat dan industry lainnya.
Salah satu profesor asli orang Indonesia adalah Prof. Josaphat Tetuko SS. Beliau adalah peneliti yang berhasil mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak (drone) pada salah satu pusat penelitian di sebuah laboratorium di Jepang. Beliau sukses mengembangkan drone dengan teknologi yang bermuatan Synthetic Aperture Radar (SAR) ciptaannya sendiri. Yaitu Circularly Polarized SAR (CP-SAR). Satelit mikro bermuatan GNSS-RO sensor, Electron Density-Temperature Probe (EDTP) untuk pengamatan lapisan ionosfer dan prediksi gempa dan untuk CP-SAR sebagai satelit mikro pertama di dunia yang bermuatan radar untuk pengamatan wilayah bencana di dunia. ( Sumber: http://detik.comditerbitkan pada tanggal 31/08/2014).
Satu contoh diatas telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia juga mampu mengembangkan teknologi terbarukan, namun banyak profesor yang lainnya masih belum disebutkan. Dengan ini diharapkan kedepannya akan masih banyak lagi tumbuh bibit dari generasi kita untuk mengembangkan sains dan ilmu pengetahuan, sehingga Indonesia juga mampu bersaing dengan Negara maju lainnya di dunia.
Diharapkan dengan sokongan penuh dari pemerintah mengalir untuk juga berperan secara maksimal dalam mengawal dan mendukung kemajuan sains dan pengembangan teknologi. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Merdeka…!!! (aF).
Oleh: Zainuri

Review This Product