Pemudapost - Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani yang artinya di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. begitulah sebuah rangkaian kalimat yang di ungkapkan oleh bapak pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara. sudah seharusnya para guru mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam kalimat tersebut. Tidak hanya menjadikannya sebagai kalimat kebanggaan yang serba formalitas, tetapi bagaimana mencoba menanamkan dan mencerminkan dirinya sebagai sosok figur yang patut di contoh.
Ada tiga hal penting yang dapat di ambil dari ungkapan Ki Hadjar Dewantara di atas. Pertama, seorang guru harus mampu memberikan nilai ketauladanan terhadap anak didiknya. Seiring berjalannya waktu krisis keteladanan sedang melanda para Guru di Negeri ini, tidak sedikit dari mereka yang terjebak dalam tindakan asusila dan amoral yang mana tindakan itu sangat tidak mencerminkan layaknya seorang Guru yang identik dengan pekerjaan mulia.
Kedua, Guru merupakan salah satu bagian terpenting dari proses pendidikan di Indonesia. Para pemimpin negeri ini juga terlahir dari hasil didikan para Guru yang komitmen mencetak generasi bangsa yang memiliki kepedulian terhadap bangsanya sendiri. Dari situlah Guru di harapkan mampu memberikan nilai-nilai patriotik terhadap peserta didiknya. Ilmu yang di dapat tidak hanya di konsumsi oleh dirinya sebdiri, Tetapi terus melakukan transformasi ilmu ataupun pengalamannya secara berkala. Sehingga sublimasi pendidikan yang di hasilkan sesuai dengan yang di cita-citakam oleh Negeri ini.
Ketiga, jiwa seorang Guru sejatinya memiliki spirit nasionalisme yang besar terhadap tanah airnya, beban moral yang di embannya tidak lepas dari figuritas yang bisa di jadikan inspirasi oleh anak didiknya, baik ketika masih melakukan proses belajar mengajar atau setelah terjun ke masyarakat. Segala bentuk ilmu dan tidakannya di harapkan mampu menjadi pendorong bagi seluruh elemen masyarakat khususnya anak-anak muda yang masih haus akan ilmu pengetahuan.
Terlepas dari itu semua, rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya tetap kita haturkan kepada para guru-guru yang telah mengabdi dan mampu membawa pengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya, yang tentunya amal dan ibadahnya tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah. Namun belum cukup kiranya dengan rasa terima kasih kita kepada para guru yang telah berjuang mencerdaskan anak bangsa hanya dengan ungkapan belaka tanpa penghormatan yang setinggi-tingginya yang telah rela mendidik dengan penuh rasa ikhlas dan tentunya penuh kesabaran.
Penulis kemudian mengajak para pembaca sekalian untuk merefleksikan sejenak pengorbanan dan perjuangan seorang Guru, karena dengan itu menurut hemat penulis adalah suatu bentuk rasa cinta kita terhadap perjuangan seorang Guru yang tentunya tidak ada bandingan jasa yang sepadan untuk kecerdasan anak bangsa.
Oleh: Aang Mardiyanto
*Penulis kini adalah Aktivis dan sekaligus sebagai Ketua Komisariat PMII Country Unitri Malang
Review This Product