Pengaruh Liberalisme, Sekularisme dan Kapitalisme Dalam Berdemokrasi

Pemudapost - Perkembangan demokrasi di Indonesia pasca Revolusi 1998 setelah berakhirnya kepemimpinan diktator Orde Baru (Orba) seakan masih menjadi penyakit yang memilukan di hati rakyat, jika pada masa orba praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tersentralisasi pada elite kepemimpinan, hari ini dengan dianutnya azaz demokrasi di Indonesia praktek KKN ini masih belum dapat dihindari oleh pemimpin negeri ini, bahkan praktek tersebut yang waktu masa orba sifatnya sentralistik, dengan adanya desentralisasi praktek tersebut dilakukan oleh pihak pemangku kebijakan di daerah.

Kemerdekaan yang didambakan oleh rakyat ternyata hari ini masih menjadi boomerang, seakan system demokrasi di Indonesia yang sepenuhnya kedaulatan ada ditangan rakyat masih terpengaruhi oleh liberalisme, sekularisme dan kapitalisme yang menguntungkan pihak berkepentingan dan kaum investor. Sehingga kedaulatan yang seharusnya berada ditangan rakyat hanya menjadi sebuah simbolis bahwa Indonesia merdeka namun masih belum dirasakan kemerdekaan yang sebenarnya oleh rakyat.

Hal inilah kemudian yang menjadi sebuah tamparan secara terbuka bagi rakyat Indonesia, yang mempunyai kekayaan sungguh luar biasa namun kekayaan tersebut tidak dapat dinikmati sepenuhnya oleh rakyat Indonesia, bahkan Indonesia terbelit hutang luar negeri yang cukup dikatakan fantastis jumlahnya. Ini kemudian menjadi teramat aneh bagi penulis, hal apa sebenarnya yang terjadi pada negeri kita yang kaya raya ini? Melihat bahwa Indonesia hari ini mempunyai hutang luar negeri yang cukup besar jumlahnya.

Apakah kemudian ini adalah bentuk dari sebuah system demokrasi Indonesia saat ini, atau pengaruh para pemangku kebijakanlah yang menyebabkan hal ini terjadi? Inilah yang sepantasnya kita mencari tahu sebagai rakyat yang berdaulat dengan pengertian bahwa rakyat Indonesia adalah bangsa yang merdeka sejak 17 Agustus 1945 silam. Dengan maraknya praktek KKN yang diperagakan oleh pemimpin negeri ini kemudian timbullah pemikiran apakah kemudian ini adalah imbas dari demokrasi yang di anut kita atau ada pengaruh dalam azaz demokrasi Indonesia hari ini?

Melihat potensi alam mulai dari minyak, gas bumi, batu bara dan mineral yang dieksploitasi asing cukuplah bagi Indonesia untuk kemudian melunasi hutang luar negeri dengan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia jika hal itu menurut hemat penulis dikelola secara benar, namun yang terjadi malah sebaliknya Indonesia semakin terpuruk dengan melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki. Ini menjadi sebuah pertanyaan besar bagi rakyat dan bangsa Indonesia seharusnya.

Jika hal tersebut benar, maka seharusnya pemerintah juga harus dapat memberikan kebijakan yang menguntungkan terhadap rakyat, bukan malah sebaliknya rakyatlah yang menderita sebagai akibat dari kepentingan dan pengaruh Liberalisme, Sekularisme dan Kapitalisme barat. Jika hal ini tidak segera diambil tindakan maka menurut hemat penulis adalah ini bentuk dari penjajahan kaum kapitalis terhadap rakyat Indonesia. Sehingga Indonesia tidak dapat merdeka secara utuh seperti cita-cita para faunthing father kita dulu kala.

Dengan melihat realitas yang ada saat ini bahwa rakyat Indonesia semakin tertindas dengan system demokrasi yang diterapkan Indonesia, jika hal ini tidak dapat dihindari maka tidak akan ada kata daulat bagi rakyat Indonesia. Dan hal tersebut dapat mengganggu stabilitas keamanan di negeri kita ini, terbukti dengan masih berkembangnya gerakan radikal yang ingin merdeka dari wilayah kekuasaan Indonesia, namun hal tersebut masih dapat dihindari dengan kebijakan yang pro terhadap rakyat, karena rakyatlah yang berhak berkuasa bagi kedaulatannya di Indonesia.

Oleh: A. Fikri Ali

Related product you might see:

Share this product :

Review This Product

Hot Articles

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | Redesigned : Tukang Toko Online
Copyright © 2011. Ayo Belanja.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger