Mempersiapkan Karakter Masa Depan Bangsa

Pemudapost - Dalam beberapa tahun belakangan ini sering kita mendengar sebuah konflik yang berujung pada sebuah tatanan sosial yang melibatkan unsur dan atas dasar RAS atau kesukuan, Agama yang dari akibat sebuah konflik tersebut berujung pada jatuhnya korban jiwa rakyat yang menurut hemat penulis terlalu sempit dalam melihat realitas kehidupan kita sebagai Negara bangsa Indonesia.

Tidak hanya terjadi pada taraf masyarakat yang kurang pendidikan, anehnya juga sering terjadi pada pemuda yang lagi gemar-gemarnya belajar untuk memperbaiki tatanan kehidupannya, sebut saja semisal pada lembaga pendidikan tingkat pergutuan tinggi yang disana adalah tempat mahasiswa menuntut ilmu pengetahuan dan ladangnya pendidikan juga tak luput dari sasaran konflik kesukuan dan keagamaan.

Jika ini secara continu dalam artian terjadi secara sistematis dan terus-menerus dan berlangsung lama secara turun-temurun maka apa yang dapat diharapkan nanti setelah para pelajar dan mahasiswa setelah kembali kepada masyarakat? Yang konon kata sebuah pepatah bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan bangsanya. Kemungkinan yang akan terjadi adalah perpindahan konflik yang dulunya terjadi pada lembaga pendidikan akan menjadi hegemoni yang melekat dan bahkan bias mengakar pada diri dan pribadi pemuda hingga nantinya berada pada masyarakat.

Faktor kesadaran lagi-lagi menjadi buming di ucapkan atau dikampanyakan pada halayak pemuda saat ini, namun jika tidak dilandaskan pada perbuatan penulis rasa itu semua masih belum cukup. Mari kita bersama-sama mencoba untuk merefleksikan kembali tindakan dan perilaku kita sehari-hari, apakah sudah mencerminkan perilaku sehingga patut untuk kemudian dijadikan contoh bagi pemuda lain? Nah, cukup menarik jika ini yang kemudian dijadikan penekanan terhadap setiap perubahan masa depan.

Bangunan karakter yang seharusnya menjadi tatanan sejak kecil teramat dibutuhkan, sehingga nilai-nilai dalam setiap tindakan dan perilaku selalu mengedepankan akhlaqnya bukan malah selalu mengedepankan ke-egoisannya sehingga dapat kemudian selalu menghargai setiap perbedaan yang ada. Dengan begitu maka seseorang dapat menghindari yang namanya kesombongan.

Dengan pendidikan karakter ini kemudian dapat dipastikan dalam jiwanya selalu tertanam yang namanya rasa nasionalisme yang selalu cinta kedamaian, bukan pengrusakan tatanan sosial dan kultur kebudayaan, namun dapat kemudian memahami bahwa menghormati orang lain juga harus dijungjung tinggi demi kedamaian dan ketentraman kehidupan ini.

Intinya adalah pendidikan karakter sejak dini diperlukan untuk mendidik pemuda masa depan yang dapat melihat berbagai macam aspek kehidupan, selalu menjungjung tinggi rasa nasionalisme dalam bersosial serta dapat menghargai adanya perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itulah yang menjadi pokok dari isi dan kandungan falsafah bangsa ini, bangsa Indonesia dengan pancasila yang menjadi landasan bangsa ini.

Oleh: Ahmad Fairozi

Related product you might see:

Share this product :

Review This Product

Hot Articles

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | Redesigned : Tukang Toko Online
Copyright © 2011. Ayo Belanja.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger