Pemudapost - Beberapa hari lalu kita dikejutkan dengan kasus bentrok antara anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) Vs Tentara Nasional Indonesia (TNI), kasus tersebut ditenggarai terjadi karena adanya “salah faham” antara kedua anggota institusi Negara tersebut sehingga bentrokanpun tidak dapat dihindari.
Bentrokan terjadi karena Polri akan menggrebek terduga penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi atau bisa dikatakan Mafia Migas, (Baca: Bentrok TNI dan Polri di batam dipicu penggerebekan gudang BBM Ilegal; http://news.detik.com) dalam hal ini saat penggerebekan berlangsung ditengah permukiman warga ternya ada oknum warga yang berusaha menghalang-halangi penggerebekan tersebut, sehingga singkat kata aksi penghalangan tersebut berujung pada bentrokan antar anggota kedua lembaga tersebut.
Sungguh memalukan bagi Rakyat Indonesia kejadian bentrok antara dua institusi tertinggi Negara, sebelumnya juga pernah terjadi bentrokan serupa namun kasusnya berbeda, akan tetapi menjadi tidak etis lembaga keamanan di Indonesia ini malah meresahkan warga dan masyarakat banyak, apalagi masyarakat sekitar tempat kejadian. Yang seharusnya memberikan contoh baik bagi segenap warga dan masyarakat Indonesia dalam hal kerukunan dan perdamaian antar elemen masyarakat justru yang terjadi malah sebaliknya.
Dalam penyelesaian masalah ini diharapkan akan mampu mengungkap kejadian yang sebenarnya, apakah ada penyalahgunaan wewenang dalam kasus tersebut sehingga oknum nantinya yang terbukti salah agar dapat diproses secara hukum yang berlaku, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kedua lembaga Negara tersebut tetap tinggi dan dapat terbukti menindak tegas setiap oknum dari pelaku pelanggaran atas kasus yang sedang terjadi.
Dengan beberapa kejadian konflik antara kedua lembaga tersebut agar kemudian dijadikan bahan evaluasi serta refleksi kedua lembaga ini dengan maksud bahwa adanya masing-masing lembaga tersebut adalah sebagai garda terdepan dalam membela dan menjaga kedaulatan Rakyat entah dalam hal keamanan maupun pertahanan sebuah Negara, sehingga citra baik antara lembaga Polri dan TNI tetap dipercaya oleh masyarakat banyak.
Apalagi kasus terbaru bentrokan ini adalah dengan adanya maksud untuk menggrebeg mafia BBM Bersubsidi, tentunya kedua lembaga sudah mempunyai citra buruk dalam kacamata masyarakat, jika nanti dalam proses akhir penyelidikannya ada oknum dari anggota Polri maupun TNI yang ikut terlibat dalam kasus tersebut maka bukan tidak mungkin citra dari lembaga tersebut akan menjadi contoh yang Buruk bagi masyarakat.
Penulis berharap akan adanya transparansi terhadap apa yang telah terjadi pada bentrokan Polri Vs TNI ini, sehingga rekomendasi kedepannya mampu untuk kemudian saling memperbaiki setiap kesalahan yang telah dilakukan. maka dengan ini kami menuntut untuk:
1) Usut tuntas bentrokan antara POLRI Vs TNI dengan Transparan.
2) Meningkatkan Fungsi dan tugas serta tanggng jawab masing-masing Lembaga.
3) Tindak tegas oknum yang terlibat sesuai proses hokum yang berlaku.
*Tulisan ini adalah hasil diskusi “Ngopi Intelektual” bersama teman-teman pergerakan.
Oleh: Moh. Shaiful Fahmi
Review This Product