Pemudapost -Beberapa hari lalu masyarakat Indonesia dikejutkan dengan tuisan yang mengandung unsur SARA sehingga hal ini meresahkan, tidak sedikit elemen masyarakatpun meminta klarifikasi terhadap pemerintah selaku penyusun dan pembuat buku tersebut sehingga isi buku Sejarah Kebuyaan Islam (SKI) dapat dipertanggungjawabkan untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap isi buku tersebut.
Sebelumnya pernah juga pemerintah mengeluarkan tulisan dalam soal Ujian Nasional (UN) yang mempunyai indikasi keberpihakan terhadap salah satu calon Presiden Republik Indonesia yang sempat menjadi tranding topic dalam setiap pemberitaan dan elemen masyarakat, dengan klarifikasi yang diberikan pemerintah pada waktu itu adalah sebuah kesalahan penulisan dalam soal UN tersebut.
Kini kabar terbaru datangnya dari buku hasil kurikulum 2014 yang juga beberapa isinya menghebohkan masyarakat, dengan adanya contoh yang akan menimbulkan SARA antara ummat beragama, sehingga hal ini dapat merugikan perpecahan dalam elemen masyarakat jika tidak segera ditarik oleh pemerintah, karena Indonesia adalah Negara dengan beragam keyakinan dalam beragama.
Klarifikikasi yang diberikan pemerintah terhadap isi buku SKI tersebut disampaikan bahwa, ada kesalahan dalam penulisan contoh dalam buku tersebut, sehingga pemerintah yang diwakili kementrian agama menyampaikan permintaan maaf terhadap elemen masyarakat Indonesia terkait fenomena penulisan dan isi buku tersebut. karena memang pemerintah mempunyai banyak proyek pengerjaan buku dalam merealisasikan hasil dari kurikulum 2014 ini, sehingga kesalahan yang terdapat dalam buku SKI tersebut tidak sampai dikoreksi oleh pemerintah.
Nah, dalam beberapa kasus yang terjadi entah dalam penulisan soal UN dan buku SKI ini penulis mempunyai pertanyaan Apakah benar kesalahan penulisan ataukah memang disengaja? mengingat bahwa hal tersebut berkali-kali terjadi sehingga akan terasa sangat mengganjal jikalau alasan atau klarifikasi yang diberikan oleh pemerintah adalah sebagai kesalahan dalam penulisan, mengingat bukan hanya terjadi sekali melainkan berkali-kali.
Dalam sebuah penyusunan soal UN ataupun buku SKI setelah kemudian disusun harus melalui beberapa proses verifikasi untuk menjamin dari kebenaran isi dari sebuah penulisan, sehingga kesalahan penulisan akan terhindar jikalau memang benar melalui standar yang sudah ditentukan sebelum penulisan soal UN ataupun buku SKI ini diterbitkan dan diedarluaskan pada lembaga pendidikan, sehingga tidak akan terjadi yang namanya kesalahan dalam penulisan yang diklarifikasi oleh pemerintah sebagai penanggung jawab dari isi soal dan buku tersebut.
Kalau memang benar dan sudah melalui standar dalam proses pengerjaannya, maka kemungkinan kesalahan penulisan akan terhindar, kemudian pertanyaannya adalah Apakah sudah melalui standar atau memang tanpa standar dalam proses penyusunannya? sangatlah miris kita melihat kejadian ini, dengan modus yang sama dan menimpa lembaga pendidikan yang seharusnya tidak terjadi kasus seperti kesalahan tersebut sehingga pendidikan di Indonesia mampu untuk menjadi pendidikan yang independen dan jauh dari kepentingan, mengingat pendidikan adalah langkah awal dalam membangun sebuah peradaban dalam kemajuan bangsa.
Penulis berharap bahwa dengan beberapa kejadian yang tidak sepantasnya terjadi dan menimpa lembaga pendidikan di Indonesia kedepannya pemerintah mampu untuk menekan “kesalahan penulisan” seperti yang telah terjadi beberapa akhir-akhir ini, sehingga lembaga pendidikan mampu melahirkan manusia yang terdidik dan berkarakter untuk kemajuan bangsa Indonesia dan demi kebaikan bersama. (Mh).
Oleh: Mawardi Stiawan
Review This Product